Menilik Persiapan Himaje Untuk Menyongsong Sasporte 2017

1490232003904
Suporter yang selalu setia menemani kontingen Himaje saat bertanding. Foto : OA Line Himaje

 

Gelaran Sasporte (Sastra Sport and Art Event) 2017 akan dilangsunkan tidak kurang dari seminggu lagi. Hampir seluruh HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) di Fakultas Ilmu Budaya melakukan persiapan untuk menyambut event olahraga dan seni tahunan ini. Himaje (Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang)  yang tahun ini mengikuti hampir seluruh cabang olahraga dan seni di sasporte, juga tidak mau ketinggalan persiapan. Mulai dari merutinkan jadwal latihan hingga menjaga kondisi tubuh, berbagai persiapan dilakukan oleh para kontingen Himaje untuk menyambut gegap gempita Sasporte kali ini.

Menurut Muhammad Mukhlish Alfinza (Sastra Jepang 2016) selaku wakil dari kontingen Himaje cabang futsal putra, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan tim futsal masih kurang. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya anggota yang tidak hadir ketika latihan. “Persiapannya bisa dibilang kurang. Dulu pas awal masuk tim futsal, kalau latihan bisa jadi dua tim, tapi sekarang satu tim aja susah,” ujar Mukhlish, sapaan akrab Muhammad Mukhlis Alfinza. Hal serupa juga diungkapkan Ratna Juwita (Sastra Jepang 2015) yang bermain untuk cabang futsal putri. Menurut mahasiswi yang akrab disapa Raju tersebut, banyaknya pemain yang mengundurkan diri dan keluar dari tim menjadi sebab kurangnya persiapan tim futsal putri untuk menyambut Sasporte kali ini. “Kendalanya karena pemain-pemain lama banyak yang keluar, entah ada yang ke Jepang atau memutuskan ndak ikut. Dibanding tahun lalu, semangatnya lebih menurun,” ujar Raju. Ditanyai mengenai target tim futsal pada Sasporte kali ini, baik Mukhlish maupun Raju sama-sama tidak mematok hasil yang tinggi. Mukhlish mengungkapkan bahwa target tim futsal putra yaitu mengincar kemenangan meskipun hanya sekali, sedangkan Raju menginginkan semua pemain di dalam tim mendapatkan menit bermain. “Targetnya semua bisa main pas pertandingan, biar tidak ada yg kecewa sudah bayar tapi tidak bermain,” ungkap Raju dengan nada bergurau.

Berbanding terbalik dengan kontingen cabang olahraga futsal, kontingen untuk lomba band,mengungkapkan bahwa mereka optimis bisa meraih juara pertama. Menurut Rizka Harianti (Sasjep 2015) selaku wakil dari anggota band Himaje,meskipun latihan yang dilakukan oleh band mereka baru sekali, tapi ia optimis untuk dapat menjadi Juara. “Juara satu bisa lah. Optimis dong. Apalagi jumlah pesertanya cuma tiga,”ungkap Rizka.

Dengan adanya gelaran Sasporte kali ini, diharapkan bahwa kedepannya atlit-atlit Himaje akan semakin bertambah motivasinya untuk datang latihan. Menurut Riandhika (Sastra Jepang 2015) yang merupakan penanggung jawab Sasporte 2017 untuk kontingen Himaje, adanya sasporte diharapkan mampu meningkatkan minat dan motivasi anggota Himaje untuk berolahraga. “Harapannya kedepan, anggota-anggota Himaje bisa lebih bugar dan minat olahraganya semakin meningkat,” ujar pria yang akrab disapa Getsu tersebut.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s