Sasjep Cup 2016: Merayakan Kemerdekaan dalam Kekeluragaan

Indonesia pada tahun 2016 ini mendapati usianya yang ke-71. Tepat ada tanggal 17 Agustus 1945, tumpahan darah, peluh, pemikiran, dan keyakinan para pahlawan terkumpul dan terkristalisasi meanjadi sebuah hadiah manis berupa kemerdekaan Indonesia.

Setiap individu memilik cara masing-masing dalam memaknai dan merayakan kemerdekaan Indonesia. Bagi para pasukan pengibar bendera, terlibat dalam proses naiknya sang saka merah putih dalam upacara menjadi salah satu bentuk pemaknaan; bagi para warga Pogung Lor, baik yang ngekos maupun penduduk lokal, memasang bendera Indonesia, umbul-umbul warna-warni, serta hiasan-hiasan dari bahan daur ulang juga sahih sebagai proses perayaan.

Lain ladang, lain belalang. Keluarga besar prodi sastra Jepang UGM, diprakarsai oleh divisi kekeluargaan Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (Himaje) UGM, dari sensei alias dosen sampai mahasiswa, baik yang baru saja masuk sampai yang sudah lama keluar, ikut merayakan menuanya Ibu Pertiwi dengan caranya sendiri, yaitu Sasjep Cup 2016.

Sasjep Cup 2016, selain menjadi bentuk perayaan atas kemerdekaan, juga menjadi ajang bagi keluarga besar prodi sastra Jepang UGM untuk mendekatkan diri satu sama lain. Di dalam kejuaraan ini berisi berbagai macam perlombaan, ada lomba balap karung, futsal putra dan putri, rally kelereng, basket putra dan putri, dan yang tak kalah heboh, lomba makan kerupuk. Semua diselenggerakan di Gelanggang Mahasiswa UGM.

Tempat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) biasa melakukan aktivitasnya itu disulap menjadi arena pertempuran bagi para peserta lomba. Bayu Mahendra, Sastra Jepang ’14, selaku MC, menggunakan megaphone dengan kehebohan dan gayanya yang khas memandu jalannya kegiatan.

sasjep cup_9952
Bayu Mahendra tengah beraksi. (dok. Himaje)

Kegiatan pagi itu (17 Agustus 2016) dibuka dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya, dinyanyikan sepenuh hati oleh seluruh peserta yang hadir.

sasjep cup_934.jpg
Sungkem dulu, demi lancarnya pertandingan. (dok. Himaje)

Kejuaraan pertama yang dilombakan adalah balap karung. Peserta lomba mendaftar secara berpasangan, laki-laki dengan perempuan, perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, semuanya boleh asal suka sama suka. Bukti nyata bahwa dalam Sasjep Cup 2016 semua orang merdeka dalam memilih pasangannya. Tentu saja hanya dalam konteks perlombaan. Di luar itu, kembali pada nilai yang dijunjung dan norma yang berlaku. Reza dan Aby, keduanya ’16, keluar sebagai juara.

sasjep cup_4621

Dilanjutkan dengan kejuaraan futsal, baik putra maupun putri. Futsal putri dimenangkan oleh Tim yang dipimpin oleh Raju, ’15, yang juga seorang atlet Himaje. Beberapa momen menarik muncul dari kejuaraan futsal putra. Salah satunya adalah saay Tim Lawak yang dikapteni oleh Bayu Mahendra lolos ke fase berikutnya, meskipun pada saat turun minum sang kapten meminta agar kalah Walk Out saja karena sudah sangat kelelahan namun tidak dibolehkan panitia. Momen lainnya adalah saat Tim Ninen mencetak gol, mereka akan melakukan selebrasi-selebrasi unik untuk merayakannya. Mengalahkan Tim Waza-Waza, Tim Ninen melaju ke grand final yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016, menguji kebejoan Tim Lawak.

13627951_1794001204180112_1998344222_n
Tim Ninen melakukan selebrasi groufie setelah mencetak gol. (dok. Al)

Pada ajang lomba rally kelereng, yang juga diikuti oleh sensei, duet maut Bayu Mahendra dan Melia Shani, keduanya ’14, menjadi yang tercepat, mempecundangi lawan-lawannya. Tampaknya, kelelahan akibat pertandingan futsal sebelumnya tidak menghalangi Bayu dalam meraih titel juara.

sasjep cup_9060
Atlet rally kelereng tengah berkonsentrasi penuh. (dok. himaje)

Beralih ke kejuaraan basket, Tim SAM keluar sebagai juara basket putri. Sedangkan Tim Gado-Gado, berisikan berbagai macam gender dan mahasiswa prodi sebelah, memenangkan kejuaraan basket putra. Namun hati penonton berhasil dimenangkan oleh Tim Ichinen yang meskipun sudah sangat kelelahan, dengan semangat juang yang menggebu melawan keadigdayaan tim lawan mereka.

sasjep cup_8437

Kejuaraan yang paling heboh adalah lomba makan kerupuk. Seluruh peserta dituntut untuk menghabiskan kerupuk yang digantungkan di tiang gawang secepat-cepatnya. Bukan hanya itu saja, setiap kali terdengar musik, seluruh peserta harus berjoged mengikuti irama. Chiko Herodion, ’15, menjadi atlet makan kerupuk tercepat. Sedangkan Sumi, ’14, menjadi pelahap kerupuk dengan joged terheboh.

Kegiatan Sasjep Cup 2016 diakhiri dengan bagi-bagi doorprize serta penyerahan hadiah bagi para juara. Tampak ekspresi lelah dan bahagia bercampur jadi satu dalam momen ini. Berbagai hadiah menarik dalam balutan kertas coklat sederhana menjadi apresisasi bagi kerja nyata para peserta dan panitia yang ada. Namun di luar itu, meningkatkan rasa kekeluargaan di antara warga Sastra Jepang UGM tetaplah menjadi hadiah utama dari kegiatan ini.

OTSUKARESAMADESHITA. SAMPAI JUMPA DI SASJEP CUP SELANJUTNYA!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s