Melipat Bareng Okashi

“Okashi”, jika diterjemahkan  secara langsung dari bahasa Jepang berarti “kue” atau “jajanan.” Tapi kami tidak akan membahas mengenai jajanan ataupun kue-kue khas Jepang pada kesempatan kali ini.

 Okashi di sini adalah subdivisi mikat (minat dan bakat) Himaje yang bergelut di bidang origami.

Origami (折り紙) berasal dari kata 折る(oru) yang berarti “melipat,” dan 紙 (kami) yang berarti “kertas.” Sedangkan origami secara istilah adalah sebuah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Ada beberapa spekulasi bahwa salah satu bentuk dari origami pertama kali muncul berbarengan dengan ditemukannya kertas, dengan alasan sudah menjadi salah satu reaksi alami manusia saat dihadapkan dengan kertas, yaitu melipatnya. Diperkirakan kertas pertama kali ditemukan di dataran China sekitar 105 masehi, dan kertas masuk ke Jepang beberapa ratus tahun setelahnya. Di Jepang, pengimplementasian seni ke dalam pelipatan kertas baru benar-benar muncul. Karena pada zaman dahulu kertas termasuk barang langka dan harganya sangat mahal, seni melipat kertas ini terbatas hanya untuk ritual dan upacara tertentu, seperti acara pernikahan atau saat memberikan hadiah dengan menjadikannya pemanis.

Okashi sendiri adalah subdivisi mikat termuda dan ter”selo” di Himaje UGM. Okashi baru terbentuk pada tahun 2014. Meskipun begitu, hal tersebut tak menyurutkan minat mahasiswa-mahasiswi selo dan cinta damai untuk bergabung. Astuti (Sasjep UGM ’14), selaku Ketua Okashi periode 2016, menjawab, “Origami ga banyak gerak,” saat ditanya soal alasannya bergabung dengan Okashi. Ada juga Chella (Sasjep ’15) mengimbuhi, “Asyik, karena ketuanya mbak Astuti.” Saya sendiri sebagai anggota Okashi dan peliput hanya bisa geleng-geleng kepala.

P_20160323_094808
serius banget sih mbak-mbaknya

Proker (program kerja) atau kegiatan yang dilakukan Okashi tentu tidak akan jauh-jauh ari kegiatan lipat-melipat kertas. Para anggotanya akan belajar bersama origami, dari yang biasa-biasa saja, 2D, sampai origami 3D. Proker utama dari Okashi adalah pertemuan rutin yang diadakan seminggu sekali. Karena kegiatan origami ini tidak memakan banyak tempat, kumpul-kumpul bisa dilakukan di mana saja, selama tidak najis, tidak menyalahi Undang-Undang, nilai, dan norma yang berlaku. Selain kegiatan utama, Okashi memiliki proker bernama “Kelas Asik” di mana para anggota Okashi akan bermain game sambil melipat-lipat kertas. Pengen tahu seperti apa permainannya? Saya juga.

P_20160316_110037
sebuah hasta karya

Di luar proker yang dimiliki, Okashi juga sering diminta untuk membantu dalam proses pembuatan dekorasi untuk berbagai kegiatan Himaje seperti Nihongo no Hi dan Mangafest. Dengan berbagai macam bentuk,  hasil lipatan anggota Okashi bertengger manis menghiasi dan menambah estetika dalam keseruan acara-acara Himaje. Okashi juga pernah membuat proyek 1000 origami bangau yang dipercaya mampu mengabulkan permintaan. Saya, sih, tidak percaya.

Mengesampingkan kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis, Okashi sebenarnya memiliki satu tujuan mulia yang juga selaras dengan tujuan berdirinya Himaje, yaitu “Melipat Jarak” di antara kita. *ea

Yogyakarta, 2016

Rifa’i

Mahasiswa Fakultas Ilmu Bahagia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s