SJPC #6 Masa depan yang berkilauan

“Lulusan sastra mau jadi apa?” itu adalah sebuah kalimat legendaris yang sering dilontarkan oleh para orang tua yang menginginkan anak tercintanya untuk kuliah di fakultas lain yang dirasa lebih menjamin. Tetapi terkadang keinginan orang tua tersebut mungkin kurang sesuai dengan naluri, minat, dan bakat dari anak tersebut. Lalu harus bagaimana?

Orang tua ingin kita masuk ke teknik, kedokteran, farmasi, dan berbagai jurusan yang mungkin tak sesuai dengan kita. Memang yang orang tua inginkan adalah kebahagiaan masa depan kita, tetapi terkadang yang kita dapatkan hanyalah siksaan dan tekanan yang tak kunjung selesai.

131
Matematika bukanlah segalanya. Bisa matematika bukan berarti mengerti tentang wanita.

Banyak orang berpendapat bahwa hal yang terbaik bagi masa depan adalah hidup dengan pekerjaan yang kita sukai. Kita tak akan merasa tersiksa dengan pekerjaan kita. Kita akan belajar dengan senang hati, dengan penuh gairah. Bayangkan, belajar sesuatu yang kita suka dengan belajar sesuatu yang dengan separuh hati kita benci.

Memang kenyataan tak selalu manis. Kita belajar, kita suka, kita jatuh. Pernahkan kalian pikirkan, bagaimana perasaan seorang mahasiswa yang belajar sesuatu yang bukan minat dan bakatnya. Rasa “salah jurusan” akan muncul, dan yang akan terjadi hanyalah depresi yang susah sembuh.

Pintar matematika, terpaksa belajar politik? Rasanya pasti seperti neraka. Walaupun memang bisa ditempuh dan lulus, tetapi tak ada jaminan dapat lulus dengan hasil yang memuaskan. Nilai memang bukanlah segala-galanya. Tetapi apakah guna nilai yang bagus, tapi tak memiliki kemampuan yang baik dalam pekerjaan yang akan digelutinya nanti?

Tapi bukan berarti dengan belajar sesuatu yang dinikmati akan dengan mudah menjadi sukses dan bahagia. Belajar apapun tentu saja diperlukan usaha dan perjuangan. Bisa dikatakan, seseorang yang tak memiliki bakat tetapi berjuang dan berusaha terus menerus dapat memperoleh hasil yang jauh lebih baik daripada seseorang yang memiliki bakat, tetapi malas, tak pernah berlatih, dan hanya ingin enaknya saja. Bila kamu masuk hanya dengan bakat saja, yang akan kamu terima adalah suatu kemunduran dan shock. Mampu di awal bukan berarti mampu juga di akhir.

Ya, memang sangat sulit untuk mengerti segala tetek bengek ini. Tetapi hal yang harus kita pahami adalah di masa depan, tak hanya lulusan teknik, kedokteran, ataupun farmasi saja yang diperulkan masyarakat. Mahasiswa sastra pun bukan serta-merta harus menjadi penerjemah, interpreter, ataupun sastrawan. Mahasiswa lulusan jurusan populer pun terkadang bekerja di bidang yang tidak dipelajarinya.

Justru mahasiswa yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menjadi seorang yang sukses di karir dan tetap dapat menikmati pekerjaannya dapat dikatakan berhasil. Jangan khawatir. Sangat banyak lulusan Sastra Jepang UGM yang sukses bekerja di berbagai lapangan pekerjaan yang tak terbatas di bagian sastra saja.

Walaupun kami tak bisa memberikan nama lulusan, tetapi ini adalah tempat dimana lulusan-lulusan Sastra Jepang UGM bekerja.

Lembaga Pendidikan dan Riset:

  1. UI
  2. SV UGM
  3. UB
  4. Unibersitas Dian Nuswantoro
  5. UTY
  6. Universitas Pendidikan Ganesha
  7. UNAIR
  8. Universitas Hasanuddin
  9. UPI
  10. SMKN 1 Tanjung
  11. SMAN 14 Semarang
  12. Pondok Pesantren As-Salafi Al-Fithrah
  13. LPBJ Ayumi
  14. Pusat Kajian dan Pendidikan Hukum Indonesia-Jepang
  15. IROHA
  16. CV Artha Mandiri
  17. Pusat Budaya Jepang
  18. Badan Bahasa Semarang

 

Industri Kreatif dan Kewirausahaan

  1. Butik
  2. Batik BIXA
  3. Freelance Translator
  4. Illustrator
  5. Level Comics, Gramedia
  6. Azam Raharjo Illustration
  7. Koala Label
  8. Metro TV
  9. Toko Baju Muslimah Amirah
  10. Reppu Cell

 

Diplomasi, Kepemerintahan, dan Pariwisata

  1. Kemenlu
  2. Keraton at The Plaza
  3. Dinas Pariwisata DIY
  4. Hotel KU
  5. Embassy of Japan in Indonesia
  6. Kantor Imigrasi Indonesia
  7. Museum Ullen Sentalu
  8. APSC
  9. Dewatha Sakti Tours
  10. Direktorat Kesehatan Angkatan Darat
  11. Sheraton Deira

 

Keuangan dan Perbangkan

  1. Citi Bank Indonesia
  2. PT BNI Syariah
  3. PT JIAEC Yogyakarta
  4. PT Phintraco Securities
  5. PT Bank Rakyat Indonesia
  6. Japan International Cooperation Agency
  7. Honda R&D Indonesia

 

Industri dan Konstruksi

  1. PT UDAKA
  2. PT Semarang Manufacturing Indonesia
  3. PT Toyota Shusho Indonesia
  4. PT GTA Indonesia
  5. PT Astra Honda Motor
  6. PT Kelola Mina Laut
  7. PT Eisai Indonesia
  8. PT Hi-Lex Parts Indonesia
  9. PT METEC Semarang
  10. Perum Perumnas
  11. PT Honda Prospect Motor
  12. PT GEOMAP

 

Bayangkan bila di suatu perusahaan hanyalah terdapat lulusan dari teknik. Apakah tidak ada yang bekerja sebagai HRD? Bila dipikirkan, sebenarnya banyak tempat dimana seorang lulusan sastra dapat bekerja. Kalau bisa lulus baik, mahir, dan menikmati pekerjaan, kenapa tidak? Asalkan kita tidak mudah menyerah, cepat bangkit dari lembah kehidupan, saya yakin, sukses dan bahagia di esok hari kelak bukanlah suatu hal yang mustahil.

Kira kira mirai, masa depan yang berkilauan!

 

-Pepo, sedikit curcol dan pengungkapan masa lalu

 

**sumber gambar:

http://www.freepik.com/free-vector/businessman-research-cartoon_774928.htm

https://edcdeveloper.wordpress.com/2012/01/24/cartoon-of-the-day-rms-2/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s