SJPC #3: Peluang Beasiswa

Halo, calon mahasiswa Sastra Jepang! Menurut kalian, apa sih yang bikin kalian khilaf, terus jadi pingin daftar Sastra Jepang?

Pasti salah satunya, karena pingin pergi ke Jepang kan? Entah itu karena pengen ngelanjutin studi S2 di Jepang, bekerja, traveling atau sekadar pengen buang-buang duit aja.

foto-lucu-orang-lagi-nyapu-uang
pekarangan rumah ku terlihat kotor, jadi aku harus menyapunya

Kalau kalian kuliah di Sastra Jepang, nggak perlu nunggu lulus kalian udah bisa ke Jepang dan GRETONG alias dibayarin!!!

Lumayan pake banget kan tuh?

“GIMANA TUCHHH CARANYAAHH!!!”

Nah, pada kesempatan ini, admin mau bahas mengenai tawaran beasiswa yang ada di jurusan Sastra Jepang, baik itu beasiswa dalam negeri maupun beasiswa luar negeri.

Beasiswa dalam negeri yang ditawarkan, tentu saja jumlanya lebih banyak dibanding beasiswa luar negeri. Meskipun banyak, persaingannya juga tidak gampang karena tawaran beasiswa tersebut ditawarkan kepada seluruh mahasiswa UGM. Namun tidak usah khawatir, karena pada umumnya untuk tiap fakultas pasti memiliki slot untuk beasiswa yang ditawarkan. Selain itu, juga terkadang ada beasiswa yang dikhususkan beberapa jurusan saja dan salah satunya Sastra Jepang. Untuk syaratnya, IPK (indeks prestasi kumulatif) menjadi syarat yang paling umum. Syarat lainnya, beragam tergantung pada pihak penyedia beasiswa.

beasiswa u
sumber: Program unggulan – PPSMB UGM 2014

Untuk beasiswa luar negeri, terbagi menjadi dua yaitu G to G (Goverment to Goverment) dan U to U (University to University). Beasiswa G to G adalah beasiswa yang terbentuk atas kerjasama antar negara sedangkan U to U adalah beasiswa yang terbentuk atas kerjasama antar universitas. Perbedaan mendasar dari dua beasiswa tersebut adalah proses seleksinya, untuk mendapatkan beasiswa G to G, mahasiswa dari universitas yang direkomendasikan (UGM salah satunya) melakukan seleksi pada tingkat Nasional, itu berarti mahasiswa harus bersaing dengan mahasiswa universitas lain yang direkomendasikan. Contoh beasiswa G to G adalah Beasiswa Monbukagakusho. Sedangkan untuk mendapatkan beasiswa U to U proses seleksi yang dilakukan adalah pada tingkat jurusan. Contoh beasiswa U to U adalah beasiswa Tokyo University of Foreign Studies, Ferris Woman University dan lain-lain. Masa studi yang harus di tempuh di Jepang adalah 1 tahun. Syarat yang paling umum untuk dua beasiswa tadi adalah sertifikat kelulusan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang atau JLPT minimal level N3. Poin pendukung lainnya, prestasi akademik, prestasi non akademik dan IPK.Tunjangan tiap bulan yang di dapat mahasiswa rata-rata sekitar 80.000 yen sampai 100.000 yen. Untuk menambah uang jajan, biasanya mahasiswa nggak cuma mengandalkan uang bulanan tapi mereka juga ikutan baito atau kerja paruh waktu. Namun, nggak semua universitas  mengizinkan mahasiswanya melakukan baito.

Beasiswa
tawaran beasiswa dan jumlah mahasiswa penerima beasiswa luar negeri (sumber: data admin jurusan Sastra Jepang)

Semua informasi mengenai beasiswa dalam negeri dapat diakses melalui ditmawa.ugm.ac.id dan informasi beasiswa luar negeri akan diinformasikan oleh admin kantor jurusan Sastra Jepang.

Jadi, untuk bisa menempuh studi di Jepang maupun studi di Indonesia dengan beasiswa itu nggak sesederhana minta keajaiban ke ibu peri. Yang terpenting terus semangat kuliah dan cari pengalaman yang bisa mendukung kualitas diri!

PicsArt_1457189973816
Saya mengerti Ibu Peri..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s