SJPC #2: Diploma dan Sarjana

Yo! Jumpa lagi di sesi yang tidak ditunggu-tunggu, apalagi kalo bukan SJPC!!

Sebelumnya admin minta maaf karena dulu janjiin updatenya tiap sabtu & minggu, tapi minggu lalu cuma update sekali dan sebagai gantinya minggu ini admin bakal share 2 episode!

Kuy, langsung kita masuk ke SJPC #2 dengan judul “Diploma dan Sarjana

Buat temen-temen yang bertanya

“Loh? Sama-sama belajar bahasa Jepang kenapa dibedain antara D3 sama S1?”

Di sini admin sebisa mungkin menjelaskan kenapa dibedain dan cerita sejarah singkatnya.

Dulu, di Fakultas Ilmu Budaya UGM, mahasiswa yang menempuh studi Diploma 3 dan strata 1 tergabung dalam satu program studi yang sama yaitu Sastra dan Bahasa Jepang. Namun setelah tahun 2011, keduanya dibedakan menjadi program studi Bahasa Jepang untuk D3 yang berada di kawasan Sekolah Vokasi UGM dan program studi Sastra Jepang untuk S1 yang berada di fakultas Ilmu Budaya. (UPDATE April 2017, by Pepo: Pada tahun 2016-2017, Sekolah Vokasi sementara menutup pendaftaran mahasiswa barunya.)

Sebenernya apasih definisi Diploma dan Sarjana? Diploma adalah sebuah sertifikat atau akta yang dikeluarkan oleh Universitas yang menerangkan bahwa orang tersebut telah menempuh sebuah program studi tertentu dengan masa studi yang lebih singkat dibanding Sarjana. Contohnya di UGM, masa studi untuk D3 Bahasa Jepang itu 3 tahun atau 6 semester. Serta orang tersebut akan mendapatkan gelar akademik setelah menyelesaikan Tugas Akhir sebagai syarat kelulusan.

Sedangkan Sarjana adalah gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program pendidikan strata satu (S1). Untuk ngedapetinnya, lama studi yang harus ditempuh sekitar 4-5 tahun dan menyelesaikan karya ilmiah bernama skripsi.

Selain perbedaan masa studi, kurikulum yang digunakan juga berbeda. Gambaran kasarnya, proporsi untuk D3 adalah 60% praktik dan  40% teori. Jadi, mahasiswa D3 Bahasa Jepang lebih dituntut untuk menguasai hal-hal yang sifatnya terapan. Selain penerapan bahasa Jepang, tentunya mahasiswa juga belajar ilmu terapan lainnya seperti kesekretariatan, manajemen perhotelan dan lain sebagainya.

Untuk S1 proporsinya 40% praktik dan 60% teori. Mahasiswa S1 lebih difokuskan untuk hal-hal yang bersifat penelitian, karena selama menempuh masa studi selain belajar bahasa Jepang, mahasiswa akan belajar mengenai sejarah, budaya, linguistik dan sastra Jepang secara lebih mendalam. Salah satu dari empat bidang tadi akan menjadi fokus penelitian untuk skripsi yang akan dijadikan syarat kelulusan.

Himpunan mahasiswa nya juga berbeda, admin sekarang tergabung dalam HIMAJE (Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang) karena admin sedang menempuh studi strata 1. Nah, kalo untuk mahasiswa Diploma 3, tergabung dalam HIMADIJE (Himpunan Mahasiswa Diploma Jepang, cek Instagram mereka di sini @HimadijeSV). Walaupun berbeda dan terpisah jarak yang cukup jauh, komunikasi antar himpunan tetap terjalin dan terus berhubungan dengan baik.

PicsArt_1456649858190

Sekian penjelasan ala kadarnya dari admin, semoga menjadi pencerahan bagi kalian semua!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s